Make your own free website on Tripod.com
5 Jun, 06 > 11 Jun, 06
26 Sep, 05 > 2 Oct, 05
15 Aug, 05 > 21 Aug, 05
25 Jul, 05 > 31 Jul, 05
6 Jun, 05 > 12 Jun, 05
18 Apr, 05 > 24 Apr, 05
11 Apr, 05 > 17 Apr, 05
4 Apr, 05 > 10 Apr, 05
28 Mar, 05 > 3 Apr, 05
7 Mar, 05 > 13 Mar, 05
21 Feb, 05 > 27 Feb, 05
14 Feb, 05 > 20 Feb, 05
7 Feb, 05 > 13 Feb, 05
31 Jan, 05 > 6 Feb, 05
24 Jan, 05 > 30 Jan, 05
17 Jan, 05 > 23 Jan, 05
10 Jan, 05 > 16 Jan, 05
3 Jan, 05 > 9 Jan, 05
27 Dec, 04 > 2 Jan, 05
20 Dec, 04 > 26 Dec, 04
6 Dec, 04 > 12 Dec, 04
29 Nov, 04 > 5 Dec, 04
22 Nov, 04 > 28 Nov, 04
15 Nov, 04 > 21 Nov, 04
8 Nov, 04 > 14 Nov, 04
1 Nov, 04 > 7 Nov, 04
25 Oct, 04 > 31 Oct, 04
18 Oct, 04 > 24 Oct, 04
11 Oct, 04 > 17 Oct, 04
4 Oct, 04 > 10 Oct, 04
27 Sep, 04 > 3 Oct, 04
20 Sep, 04 > 26 Sep, 04
13 Sep, 04 > 19 Sep, 04
24 May, 04 > 30 May, 04
2 Sep, 02 > 8 Sep, 02
24 Jun, 02 > 30 Jun, 02
29 Apr, 02 > 5 May, 02
You are not logged in. Log in
Entries by Topic
All topics  «
Bomb Rasuna
Energi
Explorer
Gejala Alam
GEMPA ACEH !
Gempa Jogja
Geologi
Imil ke temen
ke-milist
Komentar doank
Pendidikan
PilPres
Rupa-rupi
Tulisan orang
Tulisanku
Blog Tools
Edit your Blog
Build a Blog
RSS Feed
View Profile
Geoscience and Energy
Energy - LIPI
ESDM
Putrohari
Wednesday, 20 July 2005
Hemat Listrik Siapa targetnya ?
Topic: Energi


By : rdp

Inpres no 10 tahun 2005 baru saja di luncurkan pekan lalu. Penerjemahan inpres inipun menjadi sesuatu kegiatan yg populis dikalangan pejabat pemerintah serta pengusaha swasta. Hampir semua merasa telah melakukan “penghematan”, namun seandainya langkah yang diambil tidak tepat sasaran sangat mungkin yang akan terjadi adalah mengurangi kenikmatan atau bahkan secara tak sengaja menurunkan produktifitas. Tulisan sederhana ini akan mencoba melihat seberapa potensial yang efektif dari gembar-gembor hemat energi ini akan berdampak pada beban penyediaan listrik. Benarkah kebijakan tak berjas ke kantor akan berdampak optimum, benarkah menghilangkan siaran malam hari akan menurunkan beban listrik ?
Ataukah semua itu hanya mencerminkan kepanikan rakyat dan pemerintah ketika sedikit gejolak dunia dengan meningkatnya harga minyak. Lantas apa yg bisa kita pelajari ?

Untuk melihat hal ini, penulis mengamati pemakaian listrik pada`jaringan transmisi Jawa-Bali dipergunakan sebagai basis acuan. Gambar 1 memperlihatkan bahwa Jawa-Bali yg memiliki kapasitas terpasang sekita 19 ribu MW ini merupakan sumbangan 70 % dari daya listrik yg dihasilkan PLN sekitar 25 ribu MW. PLN sendiri menghasilkan dari daya 16ribu MW. Dari daya sekitar 16ribu MW ini yang akan kita lihat bagaimana perilaku pengguna listrik secara umum di Jawa.

Menurut data dari Depertemen ESDM dalam hitungan setara dengan barel minyak sekitar 60rb SBM, maka energi listrik ini hanya kurang dari 10% dari kebutuhan energi total di Indonesia. Kebutuhan energi terbanyak tetap ada pada porsi BBM sebesar 60%. Namun energi listrik yang hanya 10% ini akan sangat mungkin berdampak pada perilaku masyarakat karena hampir semua masyarakat akan berinteraksi dengan listrik dalam kehidupan sehari-harinya. Pendidikan masyarakat tentang hemat energi dengan menggunakan media tentang listrik sangat mungkin memberikan dampak yg lebih efektif dibandingkan dengan metode sosialisasi hemat energi dengan BBM yang hanya menyangkut masyarakat pengguna transportasi. Memang penulis kali ini hanya mengamati kira2 70% saja tentang energi listrik Indonesia. Dengan demikian sangat disadari bahwa pengamatan ini sama sekali bukan ditargetkan pada sebuah hal yg sangat berdampak besar. Namun diharapkan lebih pada ketepatan sasaran.




Gambar. 1. Jenis sumber daya alam pembangkit listrik oleh PLN.

Sumber listrik yang diperoleh dari pembangkit di Pulau jawa diperoleh dari berbagai sumber daya alam. Namun terlihat hampir 40% berasal dari minyak bumi. Dan seandainya IPP (Independent Power Producer) juga diasumsikan dengan diesel maka hampir 25% memperoleh listrik dari BBM.

Data-data ini diambil dari database PLN yang tersedia di www.pln.co.id. Data pengamatan penggunaan (beban) listrik diambil selama sepekan mulai tanggal 3 July hingga 10 July 2005. Diharapkan data yang terakhir ini cukup mewakili, dimana pada saat pekan ini tidak ada gejolak pemakaian khusus. Tidak ada hari-hari khusus dalam penggunaan serta kebutuhan listrik dalam waktu pengambilan data ini.

Ada beberapa istilah penting dalam kajian ini yg dibagi sebagai berikut:
- Beban minimum rumah tangga. Adalah beban minimum pada saat tidak ada aktifitas bisnis/industri (hari Minggu di siang hari)
- Beban perkantoran dan bisnis.
- Beban peralatan pabrik. Adalah selisih kegiatan ketika istirahat siang
- Beban penerangan malam hari (lampu pertokoan)
Tentusaja pembagian ini berdasarkan segmen yg sederhana ini hanya didasarkan untuk kemudahan dimengerti sehingga memudahkan penentuan target-tagret penghematan listrik. Sangat disadari bahwa penerangan lampu dimalam hari ini tentunya juga untuk kebutuhan rumah tangga dan bisnis.

Penggunaan listrik dalam sehari.

Grafik penggunaan listrik dalam sehari (gambar.2) memperlihatkan tipikal aktifitas sehari-hari. Terlihat jelas pada waktu jam 00:00 kebutuhan beban cukup rendah. Tentu saja ini bukan hanya menunjukkan lampu lampu penerangan saja, namun juga kebutuhan rutin lainnya.




Gambar 2. Peggunaan listrik pada hari kerja

Kebutuhan beban terendah pada pukul 7 pagi hari diperkirakan karena aktifitas hanyalah melakukan perjalanan menuju tempat bekerja. Kegiatan pagi hari dimulai pada pukul 8 dengan peningkatan hingga pukul 11:00. Kegiatan istirahat siang mengurangi beban sebesar 700-1000MW. Beban puncak di Jawa ini mulai menanjak pada pukul 17:00 dan menurun pada pukul 22:00. Beban puncak ini merupakan beban PLN untuk meyediakan sebesar 14 – 15 ribu MW.

Penentuan target-target penghematan akan sangat jitu seandainya didasari oleh pengamatan perilaku harian ini. Sehingga penerjemahan Inpres no. 10/tahun 2005 ini dapat diterjemahkan dengan tepat sasaran.

Penggunaan listrik dalam sepekan.

Dalam periode satu pekan terlihat pemakaian atau beban terbesar sekitar 14-15 rb MW terjadi pada waktu malam hari di hari kerja. Sedangkan beban terkecil pada siang hari di hari Minggu sebesar kira-kira 8.5 ribu MW. Beban ini lebih kurang merupakan pencerimanan kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Daya sebesar ini masuk dalam kategori "harus" tersedia, dan dapat dianggap merupakan kebutuhan primer saat ini. 8.5 ribu MW ini merupakan 60% dari beban puncak.
Penghematan disegmen dasar ini tentunya akan berdampak sangat signifikan sesuai dengan besarnya angka. Namun tidak mudah menurunkan konsumsi ini. Karena rakyat sudah terbiasa berhemat dengan tarif yg dirasakannya cukup mahal ini.

Beban rata-rata harian di hari kerja minimal 10 ribu MW, atau naik 1.5 ribu MW dari kebutuhan rumah tangga yg tercermin pada hari minggu siang. Ini diperkirakan merupakan beban minimal utk kebutuhan rutin ditambah perkantoran dan bisnis, termasuk AC, lift, lampu eskalator dll. Beban puncak siang hari dicapai pada jam-jam kerja dengan beban total sekitar 12rb MW. Atau bisa dianggap bahwa kebutuhan perkantoran dan bisnis menelan sekitar 3.5rb MW atau sekitar 25% dari beban puncak. Pada tengah hari ketika istirahat siang pukul 12-13 terjadi penurunan beban sebesar 700-1000 MW. Ini merupakan pencerminan berkurangnya penggunaan energi listrik di pabrik atau industri berbasis mesin dengan tenaga listrik. Beban sebesar ini jelas jangan sampai dikurangi terlalu banyak, karena beban energi ini merupakan energi produktif. Penghematan pemanfaatan listrik semestinya bukan pada segmen produktif ini.



Gambar 3. Fluktuasi beban listrik dalam sepekan di Pulau Jawa.

Pengurangan yang dimungkinkan hanya pada sisi bisnis dan perkantoran ini berpotensi dalam penghematan yang besarnya 2500 MW. Di segmen ini mungkin saja akan berdampak mungkin cukup signifikan dalam penghematan beban energi listrik walopun hanya merupakan 18% dari beban maksimum. Beban ini cukup kecil namun karena dalam jangka operasinya 6-7 jam sehari, jumlah potensi energi yang dihemat perlu dihitung dengan lebih detil disesuaikan dengan MWH (Megawat jam). Pemanfaatan AC diduga menelan daya paling besar yg sangat mudah untuk dikurangi. Namun menurut penulis akan ada berdampak negatif disisi produktifitas, karena mengurangi kenyamanan dalam bekerja yg mungkin saja mengurangi semangat bekerja. Salah satu langkah pengehematan segmen ini adalah dengan kecermatan pemilihan alat-alat listrik yg memiliki efisiensi tinggi. Penulis tidak begitu yakin apakah memungkinkan dengan membuat sebuah regulasi pemanfaatan alat hemat energi akan berdampak signifikan.

Pertanyaan lain adalah apakah kalau langkah penghematan di tempat kerja ini berhasil maka mental hemat energi mungkin akan terbawa kerumah masing2 dengan berdampak pada penghematan beban dasar minimal yg cukup besar?. Kalau yg menjadi sasaran itu rakyat kecil, kemungkinan tidak akan berdampak banyak karena tanpa inipun rakyat sudah terbebani dengan tarif yang mahal. Maka berhemat memang sudah tugasnya sehari-hari sejak dulu sebelum adanya isu krisis energi kali ini. Sehingga kemungkinan adanya tambahan dari segmen rakyat bawah kemungkinan kecil, Selain itu juga karena data-data ini diambil sesudah ada himbauan PLN mengurangi lampu 50 wat per rumah akibat krisis pasokan gas pada pembangkit listrik bulan lalu.

Beban listrik lampu malam hari dari pertokoan dan mall.

Kalau dilihat beban penerangan malam terlihat bahwa peningkatan listrik yg merupakan beban puncak ini dimulai pukul 17:00 hingga pukul 22:00, dan terjadi pada setiap hari. Kegiatan yg merupakan kegiatan rutin selama tujuh hari pada jam ini hanyalah pertokoan serta mall, dan mungkin juga papan reklame. Dengan demikian pembatasan pada segmen ini akan berdampak pada tingginya atau besarnya beban puncak yg tentusaja merupakan beban berat buat PLN. Karena kemampuan penyediaan yg akhirnya sangat tinggi ini akan dinilai sebagai tolok ukur kinerja serta kemampuan PLN.

Ketika malam hari listrik jatuh (‘trip’) tentunya beban PLN bertambah dengan menerima keluhan pelanggan. Dan sudah dapat dipastikan PLN akan ngotot untuk menyediakan/ membangun pusat-pusat pembangkit untuk mencegah rapor merahnya. Nah, tentusaja penyediaan mesin pembangkit ini termasuk dalam biaya kapital /modal yg biasanya diperoleh PLN dari hutang. Tentusaja hutang ini akan membebani biaya produksi listrik yang akan dapat dipastikan dibebankan kepada konsumen.

Salah satu cara pengurangan beban puncak diwaktu malam ini adalah pembatasan pada papan reklame. Papan reklame di Jakarta dan Pulau Jawa pada umumnya masih banyak yg menggunakan lampu penerangan yg sangat mahal, dan biaya lampu reklame ini tentusaja nantinya menjadi biaya produksi yg akan ditanggung oleh pemakai produk. Sistem pentarifan listrik untuk kebutuhan ini walaupun menambah penghasilan PLN akan berdampak tidak langsung pada harga produk yg akhirnya ditanggung oleh konsumen. Sehingga target pembatasan penggunaan lampu utk reklame ini harus dilakukan dengan sangat selektif.

Pembatasan lampu penerangan umum bukan merupakan bagian dari pembatasan segmen beban puncak dari pukul 17 hingga 22 ini, karena setelah pukul 22 malam lampu penerangan jalan masih menyala terang. Namun perlu dilihat bahwa pengurangan lampu penerangan jalan tentusaja berkait dengan keamanan atau perasaan aman dari masyarakat. Dengan demikian harus ada usaha tambahan dalam pengamanan yg tentu saja bukan hanya masalah penyedia listrik (PLN) saja.

Dengan demikian terlihat bahwa pentargetan penghematan serta langkah penerjemahan Inpres 10 tahun 2005 ini seharusnya tidak diterjemahkan secara buru-buru yang terkesan panik. Karena kepanikan mengambil langkah reaktif ini akan berdampak langsung pada kepanikan publik.

Perlu diketahui juga bahawa pengamatan perilaku yg ditulisan ini hanya berlaku di Pulau Jawa-Bali. Tiap-tiap daerah akan memiliki karakteristik pengguna yang sangat mungkin berbeda-beda, sehingga perlu diteliti lebih detil lagi untuk mempertajam target sehingga tepat sasaran.

Pengurangan penggunaan listrik misal penyejuk ruangan (AC) yg secara langsung mengurangi kenikmatan ketika sedang bekerja justru akan sangat mungkin mengurangi produktifitas walaupun dipastikan mengurangi penggunaan energi.

Sistem pentarifan harus dilakukan dengan sangat selektif dibarengi pembatasan, cara ini masih mungkin dapat mengurangi beban puncak, namun karena penggunaan listrik merupakan salah satu bagian dari biaya produksi akhirnya akan dibebankan kepada konsumen. Untuk mengetahui hasil usaha penghematan serta melihat efektifitas dari target-target penghematan ini perlu pengamatan lanjutan dalam bulan-bulan mendatang untuk melihat sejauh mana dampak inpres 10 tahun 2005 ini terhadap penghematan penggunaan listrik. Serta dampaknya pada produktifitas.

)* Penulis rovicky@gmail.com

Posted by RDP at 11:21 PM JST
Saturday, 4 June 2005
Liburaaan !!!
Mood:  happy
Topic: Rupa-rupi
Sumber internet :

INFO UNTUK MENGISI LIBUR ANAK-ANAK / KELUARGA

Karavan Vila Apel Gardena.
Liburan bersama keluarga di alam pegunungan sekaligus bermalam di karavan. Tersedia aneka fasilitas untuk orang dewasa juga anak-anak. Harga sewa per malam Rp. 200 ribu. Untuk hari libur/raya Rp 250.000.

Alamat:
Vila Apel Gardena Cipanas, Puncak.
Telp. (0263) 511 901-3, 519 856
Fax. (0263) 511 953.

Caldera Ed Venture Program (CEVP).
Di sini anak bisa bermain outbound. Biaya Rp100.000 per anak untuk paket 1hari.
Customer service: Kaki Lintas Katulistiwa, Gd. Nariba Plaza Unit D-13, JI. Mampang Prapatan Raya No. 39, Jaksel.
Telp. (021) 7919 6633. Fax. (021) 7919 6644.

Kolam Sahabat Laut.
Anak bisa memegang ikan hiu. Harga tiket masuk Rp 12.000 untuk Senin-Jumat dan Rp 17.000 untuk Sabtu-Minggu dan hari libur.
Alamat: Kolam Sahabat Laut, Sea World Indonesia,
Taman Impian Jaya Ancol, Jl. Lodan Timur No. 7 Jakarta 14430.
Telp. (021) 641 0080 ext.105 Fax. (021) 641 0079.

Museum Bahari.
Anak bisa melihat miniatur kapal tradisional Indonesia yang membawa harum nama Bangsa Indonesia, Phinisi Nusantara. Buka dari Selasa-Minggu, tarif masuk Rp. 2.000 untuk umum.
Alamat: Museum Bahari,
Jl. Pasar Ikan No. 1 Jakarta Utara (Daerah Sunda Kelapa).
Telp. (021) 6693406. Fax. (021) 669 0518,

Aquatic Fantasy.
Arena permainan air khusus anak dengan puluhan jenis permainan. Mereka bisa
memanjat, melompat, perang-perangan dalam air, berpetualang, bahkan betegur sapa dengan dewa laut Neptunus. Tarif masuk Rp 10.000.
Alamat: Jl. Raya Muchtar, Sawangan, Depok.
Komplek Perumahan Telaga Golf.
Telp. (021) 766 0390, 765 3854. Fax. (021) 766 0490.

Taman Nasional Gunung Halimun.
Anak bisa bertualang masuk-keluar hutan, melihat langsung satwa liar, dan bermain di air terjun.
Tersedia juga arena kemping dan tempat menginap. Tiket masuk sekitar Rp. 3.000 untuk anak-anak.
Alamat: JI. Raya Cipanas, Kabandungan. PO Box 2 Parung Kuda, Sukabumi.
Telp. (0266) 621 256. Fax. (0266) 621 257.

Taman Nasional Gunung Pantjar.
Selain piknik, anak bisa melakukan kegiatan menjaga kesehatan dan pemulihan kekuatan fisik seperti terapi akupunktur, air panas mineral.
Alamat: Taman Nasional Gunung Pantjar, Bogor.
Telp. (021) 917 3208

Taman Buah Mekarsari.
Anak bisa belajar jadi patani, malah bisa menuai, memakan, serta membawa pulang hasilnya. Biaya Rp. 100.000 per anak.
Alamat: Jl. Raya Cileungsi-Jonggol Km.3, Cileungsi, Bogor 16820.
Telp.(021) 8231811-13 Fax. (021) 823 1475.
Website: www.fruitina.com

Kebun Wisata Pasirmukti.
Anak bisa merasakan bagaimana indahnya hidup di alam pedesaan yang sesungguhnya. Biaya paket anak tani Rp. 250.000 untuk 2 hari 1 malam.
Alamat:
Jl. Raya Tajur Pasirmukti KM 4, Citeureup, Bogor.
Telp.(021) 876 3564-65.

Safari Trek.
Masih dalam kawasan Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, anak bisa merasakan dirinya menjadi pendaki gunung dan penjelajah alam bebas. Mereka pun bisa bertemu dan saling menyapa langsung dengan gajah pekerja. Biaya Rp. 15.000 per orang.
Alamat:
Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor-Jabar.
Telp (0251) 253 222.

Monumen Kapal Selam.
Di sini anak bisa melihat dan praktek langsung sebagai pengemudi kapal selam perang. Tiket masuk Rp 2.500.
Alamat: Jl. Pemuda 29, Surabaya
Telp. (031) 549 0410

Speedy Karting.
Sekolah gokart khusus anak dan tempat anak bermain olahraga gokart.Sewa gokart Rp 45.000, sekolah gokart Rp. 1,5 juta.
Alamat:
Tempat Hanggar Teras Pancoran,
JI. Gatot Subroto Kav. 72, Jaksel.
Telp. (021) 79184674.
PS * : Sekarang udah ada yang baru di Pondok Indah, setelah Pondok Indah Mal. Track-nya lebih bagus tapi program sekolah untuk anak belum tahu sudah ada apa belum.

Kampoeng Maen.
Ini adalah kampungnya anak untuk bermain. Biaya Rp. 35.000.
Costumer Service: Jl. Mampang Prapatan Raya No. 39 Jaksel. Telp. (021)79196633, Fax: (021) 7919 6644.

Pusat Primata Schmutzer.
Di kawasan ini anak bisa melihat secara langsung kenekaragaman hewan primata, termasuk gorila. Tarif masuk mulai Rp. 2000.
Alamat: Taman Margasatwa Ragunan,
JI. Harsono RM No. 1, Ragunan, Jakarta 12550.
Telp. (021) 780 6975, 789 0615. Fax. (021) 780 5280

Observatorium Bosscha.
Tempat wisata ilmiah di mana anak bisa melihat bintang dan rasi/gugusan bintang.Tarif mulai Rp. 5.000.
Alamat:
Observatorium Bosscha, Departemen Astronomi ITB, Lembang, Bandung 40391
Telp. (022) 278 6001
Website: www.bosscha.itb.ac.id

Cyber Spot.
Tempat rekreasi dan edukasi keluarga.
Alamat Jakarta: Jl. Mega Kuningan Lt. 5 No. 1, Jakarta Selatan.
Telp. (021) 579 59367

Alamat Bandung:
Bandung Supermal Lt. 2, Jl. Gatot Subroto, Bandung.


MUSEUM
1. Museum sejarah Jakarta, Jl. Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat
2. Museum Joang '45, Jl. Menteng Raya no. 31, Jakarta Pusat
3. Museum Wayang, Jl. Pintu Besar Utara No. 27, Jakarta Barat
4. Museum Seni Rupa dan Keramik, Jl. Pos Kota No.2, Jakarta Barat
5. Museum Tekstil, Jl. KS Tubun No. 4, Jakarta Barat. Telepon & Faks : (021)5606613.
Cat: Museum ini menarik karena memberikan kursus membatik pada semua kalangan baik anak maupun dewasa. Batikannya tidak serius-serius amat kok, paling cuma membuat sapu tangan dari batik, bisa jadi tambahan ilmu yang menarik buat anak-anak. Tapi kursus ini dibagi antara Tingkat Dasar: teori, praktik: Molani, nglowongi, nerusi, mbironi & nglorod dan tingkat lanjutan: (teori dan praktik: ngiseni, nemboki, pencelupan, nglorod). Pokoknya biayanya Rp 150.000 untuk tingkat dasar dan another Rp 150.000 untuk lanjutan. Konfirmasi bisa ke
Mis'ari (5606613/08129950644)

6. Museum Bahari, Jl. Pasar Ikan No. 1, Jakarta Utara.
Catt: Disekitar museum ini ada berbagai toko cindera mata yang unik, seperti penjualan kerang atau peralatan nelayan. Tidak jauh dari tempat itu ada restauran/ kafe galangan, yang dibuat dari bekas galangan kapal kuno. Anak-anak juga dapat diajak melihat kapal-kapal layar besar merapat, menarik sekali!

7. Museum Taman Prasasti, Jl. Tanah Abang I, Jakarta pusat
8. Gedung M.H. Thamrin, Jl. Kenari II/15, Jakarta Pusat
9. Museum Sumpah Pemuda, Jl. Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat
10. Museum Kebangkitan Nasional, Jl. Abdurachman Saleh No. 26, Jakarta Pusat
11. Museum Nasional, Jl. Merdeka Barat No. 12, Jakarta Pusat
12. Monumen Nasional, Jl. Silang Monas, Jakarta Pusat
13. Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jl. Imam Bonjol No. 1, Jakarta Pusat
14. Museum ABRI "Satriamandala", Jl. Jend. Gatot Subroto No. 14, Jakarta Selatan
15. Museum Waspada Purbawisesa, Jl. Jend. Gatot Subroto No. 16, Jakarta Selatan
16. Museum Ahmad Yani "Sasmitaloka", Jl. Lembang No. 58, Jakarta Pusat
17. Monumen Pancasila Sakti, Jl. Raya Pondok Gede Lubang Buaya, Jakarta Timur
18. Museum TNI AU "Dirgantara Mandala", Jl. Jend. Gatot Subroto No. 27, Jakarta Selatan
19. Museum TNI AL "Loka Jala Srana", Cilangkap, Jakarta Timur
20. Museum POLRI, Jl. Trunojoyo No. 1, Jakarta Selatan
21. Museum Keprajuritan Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah
22. Museum Perangko Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah
23. Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah
24. Museum Asmat, Taman Mini Indonesia Indah
25. Museum Fauna Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah
26. Museum Olah Raga, Taman Mini Indonesia Indah
27. Museum Purnabhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah
28. Museum Minyak dan Gas Bumi, "Graha Widya Patra" Taman Mini Indonesia Indah
29. Museum Telekomunikasi, Taman Mini Indonesia Indah
30. Museum Istana Kepresidenan "Puri Bhakti Renatama", Jl. Veteran No. 16,Jakarta Pusat
31. Museum Manggala Wanabhakti, Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan
32. Museum Adam Malik, Jl. Diponegoro No. 29, Jakarta Pusat
33. Museum Serangga, Taman Mini Indonesia Indah
34. Museum Pusaka, Taman Mini Indonesia Indah
35. Museum Transportasi, Taman Mini Indonesia Indah
36. Bentara Budaya Jakarta, Jl. Palmerah Selatan No. 17, Jakarta Barat
37. Tosan Aji Jl. Kwitang, Jakarta Pusat
38. Pra Museum Onrust, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Menurut leaflet tentang permuseuman biaya masuk/tiket untuk dewasa rata-rata hanya Rp 1000, sedang untuk anak-anak Rp 200 (bagaimana bisa membiayai maintenance museum yah?).


LOKASI AOUTBOND / AGRIWISATA
Kebun Wisata Pasir Mukti.
Lokasi sekitar 45 menit dari Jakarta, bentuknya agriwisata dimana kita bisa memetik buah, belajar menanam macam-macam, memancing, main lumpur, memetik buah, api unggun, poco-poco dan menginap di guesthouse/ cottage.
Biaya Rp 250.000/ person untuk menginap, termasuk breakfast, lunch dan dinner.
Reservation:
Jl. Raya Tajur Pasirmukti Km. 4, Citeureup Bogor.
Ph: (021) 8763564-65, 7398808 Fax (021)8763566


Citarik One Stop Adventure.
Lokasi di citarik, Lokasi Adventure milik pasangan Lody Korua dan Amalia yunita yang pencinta alam ini memiliki berbagai kegiatan seru dan menarik,
diantaranya: adventure rafting trip, terus ada cottage yang seru-seru (misalnya dibuat dari tenda atau kayu-kayu/tradisional cottage,pokoknya seperti camping deh), terus ada BBQ, family trecking trip, paintball, adventure offroad trip terus ada lokasi outdoor experiential education untuk anak-anak yang aman dan seru. Pokoknya lokasi ini seru banget terutama untuk anak-anak cowok yang sudah SD ke atas!!!!

Biaya: antara Rp44.000 s/d Rp 350.000, tergantung kegiatan yang dipilih.
Reservation:
PT Lintas Jeram Nusantara, Graha macula, Ground Floor, Jl. K.H. Abdullah Syafi'ie No. 5 (d/h: Jl. Lapangan Roos Raya) Jakarta 12840.
Ph. (021) 8355885, 9259230, 0811103397, Fax: (021) 8314834


Tanah Tingal.
Tempat rekreasi keluarga, anak dan agrowisata dengan fasilitas kolam renang, restauran (menunya pasundan euy, bisa dipesan dan jadi kegiatan andalan di sini soalnya katanya enak pisan) pondok seni, taman bermain dengan permainan tradisional, kebun pembibitan, peternakan, jalur sepeda, tempat berkemah, pondok menginap serta rumah pohon untuk anak 5 - 15 thn dengan paket sesuai permintaan.
Reservation:
Jl. Merpati Raya no. 32 B, Desa Sawah Baru, Jombang, Ciputat 15400, Tanggerang.
Ph. 7433131

Agro Wisata Tanaman Obat.
Terletak di desa Karyasari, Leuwlliang, Bogor, di sini ada 420 jenis tanaman obat, disana bisa sambil wisata boga, makan makanan sunda!
Biaya Rp 75.000,- plus pemandu penjelasan keliling kebun.
Jl. Raya Karacak-Cianten KM 10, Desa Karyasari, Leuwiliang, Bogor, telp. (0251)42872438


Program Pulang Kampung desa Cinangneng.
Letak 1 km dari kampus IPB, Dermaga Jl. Babakan Kemang RT1, RW2, Cihideung, Kec. Ciampea, Bogor. Untuk weekend sama keluarga bisa nyewa 1 vila untuk 2 orang Rp 300.000,
Atau satu bungalow dengan dua kamar, @ Rp 275.000,- termasuk makan 3 kali, sama tour de desa. Tapi yang seru kalau group, min. 20 orang @ Rp 215.000,-
Itu termasuk makan 3 kali plus snack 2 kali plus tour de desa, belajar bercocok tanam, belajar main gamelan dan tari sunda, belajar membuat permainan anak desa, memandikan kerbau, main di sungai, malam: ronda desa sambil di jamu di rumah penduduk, api unggun dan makan jagung bakar...seru enggak tuuuuuuh!!!!!

Sekolah Layar Nasional.
Kontak person: Tjatjang Hidayat, Jl. Lodan Timur Marine.
Taman Impian Jaya Ancol Jkt. Ph. 9220340, fax: 3150285. Konon tempat ini menyediakan beberapa kegiatan air yang menarik


LIBURAN BERKUALITAS (BERLIBUR SAMBIL BELAJAR!)

Doctor Rabbit Science & adventures Preschool.
Kadang kalau liburan tempat ini menyediakan camping untuk anak-anak dimana anak bisa bermain di alam terbuka sambil bereksperimen science sederhana.
Jl. Taman Sari I No. 77, Karang Tengah Lebak Bulus, Jaksel
Ph: 7508371-7694786

My Playground.
Jl. Margasatwa No. 16, Pondok Labu, Jakarta Belajar art ngelukis dan clay) untuk ngisi waktu libur

Klub Dino.
Ruko Bona Indah A1-A2, Jl. Karang Tengah Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Biasanya tiap libur, klub ini buat paket-paket liburan untuk belajar ngebatik, potery, ngelukis dan kegiatan-kegiatan art lain! Belajar renang, tennis dan taekwondo.

Peekaboo.
Apartemen Taman Rasuna, Kuningan Tower 7 Lower Ground.
Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta

Tempat Keramik Widjayanto.
Jl. Curug Agung No. 1, Tanah Baru (Dekat Depok Mulya III).
Ph. 7737685/86. Di sini juga ada restoran dengan makanan buatan si mbok yang sedap banget,dan anak-anak juga belajar bikin keramik, sementara si ibu-ibu bisawindow shopping!!!

Posted by RDP at 1:25 PM JST
Tuesday, 19 April 2005
Mengapa gempa sulit diramalkan ?
Mood:  energetic
Mengapa gempa sulit diramalkan ?

Tentunya kita sering bertanya-tanya tentang bagaimana gempa-gempa ini diramalkan ? apakah mungkin diramalkan ?.
silahkan download animasinya disini :
http://www.iagi.or.id/gambar/download/slider_blocks.pps



Kita semua tentunya sudah tahu apa itu gempa. Ya, karena bergesernya kerak-gerak bumi ini menyebabkan gesekan-gesekan yg terjadi pada zona tumbukan serta zona-zona patahan. Gesekan ini mengakibatkan terjadinya getaran atau kita sebut gempa. Banyak model-model gempa yg saat ini dikembangkan para ahli geologi dan geofisika. Salah satu teori "urutan'" gempa dapat dilakukan dengan model mekanik "slider block". Sebuah teori mekanis sederhana tentang bagaimana pusat-pusat gempa itu berpidah-pindah pusat gempanya.
Silahkan download animasinya disini :
http://www.iagi.or.id/gambar/download/slider_blocks.pps

Teori ini menggunakan urutan beban dan pegas yg saling menyambung. Dengan model ini maka akan terlihat beberapa balok yg "saling terkait" oleh pegas (spiral).Masing-masing pegas memiliki elastisitas tekan dan tarik berbeda-beda. Ketika ditarik paka balok-balok ini akan bergerak, namun gerakannya tentunya tidak konstan dan kontinyu. Karena adanya ganjelan-ganjelan dibawah blok-blok ini maka balok-balok ini akan bergerak ketika kekuatan pegas melebihi kekuatan ganjel-ganjel dibawahnya. Seandainya balok-balok ini berupa balok yang seragam maka dengan model ini akan lebih udah dibuat model matematisnya, namun kenyataan alam selalu tidak ideal sehingga gempa itu tidak terjadi berurutan. Masing2 balok akan memiliki ritme sendiri2 dimana masing ritmenya tidak sama sekalii terpisah bahkan akan terkait satu dengan yang lain.

Untuk mencoba bermain-main silahkan membuat sendiri model itu dirumah, ini dapat anda mulai lakukan dengan model yang paling sederhana, kemudin dengan model yang semakin kompleks. Nah untuk tujuan riset tentunya dengan model sesuai realitas di lapangan. Baik model matematisnya maupun model mekanisnya.

Perjalanan masih panjang.

Model lokomotif gempa ini tentunya memerlukan sebuah penelitian yang cukup pelik, rumit memerlukan ketelitian serta waktu panjang memakan waktu lama. Bayangkan saja masing-masing blok harus diteliti karakteristiknya. Masing-masing balok juga harus diketahui kecepatan pergerakannya. Tentunya memerlukan tenaga-tenaga generasi-generasi penerus bangsa untuk ikut aktif dalam penelitian yang sangat berguna untuk menyelamatkan umat manusia ini. Dari contoh riil urutan kegempaan dari satu segment patahan Mentawai itu saja kita tahu bahwa beberapa blok lain belum tersentuh para ahli. Belum lagi segment-segment diselatan Pulau Jawa. Semangko di Sulawesi dll.

Nah, alam Indonesia ini cukup unik dibandingkan belahan bumi lainnya. Selain memiliki potensi sumberdaya yg sangat banyak juga menyimpan potensi bencana. Jadi jelas sangat memerlukan buah pemikiran kita semua utk dimengerti dengan benar.

Akhirnya kita sedikit bertambah pengetahuan mengapa urutan rentetan gempa tidak sederhana seperti "urut kacang" atau antri karcis. Jangan terlalu takut dan panik kalau gempa sudah menjalar. Toh kemarin kita semua tahu dalam waktu yang singkat (kurang dari setahun) gempa kuat kembali terjadi di Nias dan Mentawai. Nah sekali lagi .... ramalah urutan bukan hal yg penting lagi disini, namun kewasapadaan akan datangnya gempa tetap lebih berperan menyelamatkan kita dari bencana. Pelajari lagi pedoman menyelamatkan diri dari bahaya gempa.

Ingat ... jangan tunggu ramalan , jangan lagi bertanya kepada para ahli kapan gempa akan terjadi lagi. Karena memang tidak mudah meramalkannya. Bahkan untuk saat ini masih belum mungkin menjawab kapan gempa berikutnya dalam periode tahun, bulan atau hari.

Salam

Rovicky Dwi Putrohari
Anggota IAGI-HAGI

--
Education can't stop natural disasters from occurring, but it can help people prepare for the possibilities ---

Posted by RDP at 6:00 PM JST
Mengenali berita yg menyesatkan ttg bencana alam
Mood:  irritated
Dalam masa kondisi yg agak sedikit "chaos" akibat "lack of trust" di Indonesia saat ini seperti yg disitir pak Marie di Kompas hari senin
(11 april lalu) lalu, bahwa masyarakat Indonesia saat ini sedang mengalami krisis kepercayaan terhadap pemerintah, pejabat formal serta instansi2 pemerintah resmi. Salah satu contoh mudah adalah banyaknya info menyesatkan tentang bencana gempa yg akhir2 ini banyak dijumpai.
Ketidakadanya kepercayaan ini yg menjadikan masyarakat mencari info-info lain selain dari pemerintah, ataupun selain dari instansi, sehingga banyak sekali info2 yg menyesatkan serta info2 yg salah berkeliaran yg dibuat dan disebarkan baik oleh orang secara disengaja mengacau ataupun sekedar iseng.

Info2 ini menyebar melalui banyak media termasuk internet (web maupun imil/milist), koran tabloid hingga sms.

Dibawah ini beberapa cara untuk memilah serta memilih dan memahami info yg meragukan serta info yg sesuai dengan kaidah ilmiah :

+ Info-info ilmiah biasanya tidak bombastis, nadanya datar tidak mengundang dan seringkali bahkan terasa tawar atau tidak berasa.
- Info-info palsu seringkali dengan bahasa yg vulgar, seperti bahasa koran kuning. Bernada meresahkan atau mengundang kegelisahan.

+ Info science biasanya tidak pernah tegas, ada keragu-raguan didalamnya. Ini merupakan ciri khas sebuah penemuan ilmiah saintifik yg diawali dari sebuah keraguan.
- Issue negatip seringkali menyatakan sesuatu bencana dengan pasti, baik tahun, bulan tanggal bahkan tanggalnya. Info2 dalam sms seringkali menggunakan hari dan tanggal. Ini perlu dicurigai
kebenarannya.

+ Info yg benar bersifat netral tidak memihak. Ini sering tidak disukai pembaca karena tidak sesuai yg diinginkan pembaca. Sehingga info seperti ini tidak menyebar secepat info yg keliru.
- Info menyesatkan mengandung keperpihakan terhadap permusuhan yg sudah lama ada. Misal info tambahan ttg perang agama, tentang perang dingin antara science-agama. Seringkali bacaan seperti ini disukai
bagi yg merasa dipihak yg sama. Termasuk disini info percobaan nuklir.

+ Info yag benar biasanya diberi info tambahan referensi sebagai bahan cross-check (buku atau link), anda dapat melakukan pengecekan sendiri. Refrensi yang baik adalah yg berasal dari lembaga pemerintah resmi maupun lebaga pendidikan. Kalau internet dengan identitas dot gov / dot go (goverment) atau dot edu (education/university).
- Info yg kurang tepat biasanya tidak memiliki info tambahan utk cross check. Bila menggunakan referensi internet biasanya dari dot org atau
or (organisation). Walopun tidak semua url ini harus dicurigai. Namun ada juga beberapa dot org cukup bagus penggunaan kaidah saintifiknya.

Nah silahkan gunakan nalar dan logika sebelum mempercayai apa yang anda baca tentang issue bencana.

Salam

Rovicky Dwi Putrohari

--
Education can't stop natural disasters from occurring, but it can help people prepare for the possibilities ---


Posted by RDP at 9:28 AM JST
Wednesday, 13 April 2005
Rentetan Peristiwa alam itu terjadi - Salam WASPADA
Mood:  accident prone
Rentetan Peristiwa alam itu terjadi - Salam WASPADA

Gejala alamKonsekuensi logis dari pergerakan lempeng yg ditandai dengan aktifnya segmen2 kerak bumi ini terlihat dari merembetnya kegempaan di sebelah barat sumatra. Gempa2 ini akhirnya memicu kegiatan gunung api yang ada di sumatra (Talang terbatuk2 di Solok dll). Semua ini memang sekedar konsekuensi logis saja dari sebuah proses alam yg sudah terjadi sejak milyaran tahun yang lalu.


Mungkin saja hal ini akan merembet kemana-mana. Tapi bukan berarti aku menakut2i, lo. Karena saya hanya bermaksud agar jangan sampai kita "lengah" saja. Gemboran IAGI sudah mulai agak sedikit berkurang, beberapa teman ada yg terlihat frustrasi karena merasa "tidak didengar teriakannya". Namun sebenernya ya ada juga kok yg instansi yang mendengerkan :), walo sayup2.
Masalah utama saat ini, seperti yg ditulis Marie Muhammad senin kemaren di kompas, adalah ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah, pejabat termasuk juga instansi resminya. Nah saat inipun, kepercayaan ke LSM juga tokoh2 idealis juga memetik buah pahit seperti banyaknya kasus korupsi yg dilakukan tokoh2 tsb.
Krisis ketidakpercayaan ini membuat organisasi profesi menjadi salah satu tokoh penting. Organisasi ahli kebumian IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) dan HAGI (Himpunan Ahli Geofisika Ind) menjadi penting karena sepertinya dinilai lebih tanggap.

Banyak sudah ahli geologi-geofisika yg tidak secara langsung bekerja di bidang bencanapun turun gunung. Selamat bekerja kawan !


Berikut aktifitas Gunung api yang dapat anda lihat di
http://www.vsi.esdm.go.id/portal/html/
? Tangkuban Parahu "SIAGA" (Apr 13, 2005)
? G. Tangkuban Parahu, 13 April 2005 (Apr 13, 2005)
? G. Tangkuban Parahu waspada !! (Apr 13, 2005)
? G. Talang volcanic activity, 13 April 2005 (Apr 13, 2005)
? Kegiatan G. Talang, 13 April 2005 (Apr 13, 2005)
? g. Anak Krakatau at level II (Apr 13, 2005)
? g Tangkuban Perahu (Apr 13, 2005)
? g. Tangkuban Perahu alert level II (Apr 13, 2005)
? g. Talang hot news (Apr 12, 2005)
? informasi Gunung Talang (Apr 12, 2005)

Bukan lagi menunggu prediksi. Ya ini yg ditunggu2 itu.
Salam Waspada.

RDP
--
Education can't stop natural disasters from occurring,
but it can help people prepare for the possibilities ---

Posted by RDP at 9:05 PM JST
Sunday, 10 April 2005
Bukan saatnya menunggu prediksi gempa !!
Mood:  accident prone
Topic: Gejala Alam
Pada Hari Minggu 10 April 2005 Pukul 5:29:13 PM Telah terjadi gempa kuat dengan kekuatan 6.8 SR dengank edalaman 5 Km (telah dikoreksi menjadi kedlm 30 Km,

di segmen Mentawai. Lokasi gempa :
115 km (70 miles) SW of Padang, Sumatra, Indonesia
315 km (195 miles) SW of Pekanbaru, Sumatra, Indonesia
575 km (360 miles) SSW of KUALA LUMPUR, Malaysia
945 km (580 miles) WNW of JAKARTA, Java, Indonesia

gempa susulan :
MAG DATE UTC-TIME LAT LON DEPTH region
y/m/d h:m:s deg deg km

5.9 2005/04/10 11:55:31 -1.730 99.658 30.0
5.5 2005/04/10 11:45:03 -1.641 99.523 30.0
6.3 2005/04/10 11:14:20 -1.702 99.722 30.0
5.8 2005/04/10 10:45:50 -1.572 99.574 30.0
6.8 2005/04/10 10:29:13 -1.618 99.563 30.0
(waktu dalam UTC) utk WIB ditambah 7 jam.)

Gempa-gempa yg berurutan ini sejak dari Gempa Aceh (26 Desember 2004), kemudian Gempa Nias (28 Maret 2005) serta diikuti dengan Gempa Bengkulu (6 April 2005) dan hari ini Minggu 10 April 2005 di Mentawai dengan kekuatan 6.8SR kedalaman 5 Km. Semua rentetan ini merupakan sebuah rangkai gempa dalam satu sistem. Sepertinya bukan lagi saatnya menunggu-nunggu kapan gempa itu akan berlangsung lagi, bukan saatnya
menuntut para ahli meramal lagi, dan sudah bukan saatnya hanya membicarakan early warning dan sistem peringatan dini. Rentetan inilah yg dimaksudkan para ahli geologi-geofisika itu.

Tiga-empat seri gempa berurutan itu sudah jelas merupakan serangkaian kegiatan alam yg perlu kita hadapi secara serius. Kegiatan alam ini perlu kita hadapi dengan cermat. Bukan lagi dengan menyatakan
kekurangan metode prediksi, bukan lagi dengan saling menuding siapa yang harus bertanggung jawab penyelamatan. Namun saatnya semua komponen bangsa bahu membahu mempersiapakan hidup di alam yg sangat unik seperti Indonesia.



Alam sudah membunyikan alarm "kulonuwun", alam sudah membagi sirine "punten". Nah saatnya kita menjawab "sapaan" alam ini. Saatnya 'memberikan jalan' kepada alam untuk melakukan kegiatan naturalnya.
Jangan lagi menunggu untuk munculnya "early warning". Namun saatnya buat banga ini untuk sadar akan kondisi alamnya yg rawan bencana, bukan sekedar "ratna mutu manikam" dengan "kolam susu"nya.

Pemerintah sudah harus dapat memberikan langkah kongkrit dengan "political will"-nya menghadapi gejala-gejala alam ini.

Tunggu apalagi pak SBY ?
Political will anda ditunggu tentang perlunya kesadaran pemerintah dengan kondisi alam Indonesia yg berada diatas "ring of fire".

Ir Rovicky Dwi Putrohari MSc
Anggota IAGI dan HAGI
--
Education can't stop natural disasters from occurring,
but it can help people prepare for the possibilities ---






Posted by RDP at 9:24 PM JST
Updated: Sunday, 10 April 2005 10:01 PM JST
Wednesday, 6 April 2005
Bencana di Bumi
Mood:  accident prone
Bencana di bumi
http://putrohari.tripod.com/Putrohari/


Kalau kamu-kamu belajar atau membaca sejarah bumi dari data geologi ... itu tuh ilmu yg belajar tentang bumi mulai dari terbentuk sampai kondisi saat ini, maka ternyata segala macam bencana "pernah" terjadi di bumi ini sejak terbentuknya 4 Milyar tahun yang lalu. Ya sejak 4 milyar tahun yang lalu, dimana wektu itu kita ? dimana manusia berada ? Belum ada lah yaw .... tapi bumi tetep ada dan idup sampai sekarang ya ... :). Bencana itu bisa berupa dari banjir, tanah longsor, bencana gempa juga bencana gunung api, dan juga kejatuhan meteor.


Lah trus mesti gimana kalau denger berita-berita yg bikin panik gituh ? ... diem aja ? Ya enggak lah yaw ....
Nah, kalau kamu melihat berita-berita di internet media ataupun ucapan seseorang tentang bencana-bencana yg "menakutkan dan mengerikan" seperti ini, coba saja kamu jabarkan dalam dimensi hidup kamu, baik dimensi ruang (dimana kamu berada) serta dimensi waktu (kapan akan terjadi).

Jangan Panik !

Dua kata diatas merupakan kunci utama, yang dapat menolong kamu-kamu sehingga dapat menyelamatkan diri. Kontrol diri ini dapat diperkuat dengan cara menambah pengetahuan. Ketika kamu mengerti apa yg terjadi, moga-moga saja kamu semua akan selamat. ... iya lah, siapa yg mau terkena bencana kan ?
Kalau mau tahu secara logika yg sering saya beritahukan secara sederhana adalah seberapa besar "kemungkinan bencana itu terjadi pada dirimu", seberapa besar mungkin hal itu terjadi, seberapa mungkin hal itu mengenai kamu, keluarga kamu, teman kamu, saudara kamu, atau tetangga kamu. Untuk kita-kita yang berada di Jakarta maupun kota-kota besar selain di di Pantai Barat Sumatra tentunya harus berpikir berbeda tentang bahaya tsunami. Juga bagi yg tinggal di lereng Gunung Merapi kenapa takut akan tsunami?. Lah kamu di jakarta jangan ikutan panik kalau soal terkena bencana tsunami. Kecuali kalo kamu mau berlibur ke Padang, itu boleh berpikir utk hati-hati tentang kemungkinan terjadi disana. Nah keterjadian gempa, tsunami serta gunung meletus itu keterjadian untuk mengenai Jakarta dan kota-kota lain adalah sangat kecil dibanding kemungkinan kamu-kamu mengalami kecelakaan lalu lintas.

Sains dengan statistiknya sangat mudah mebuktikan dengan kemungkinan itu. Para ahli hitung risiko di perusahaan asuransi sangat paham itu. Kalo ga percaya tanya deh kalau ada sales asuransi datang ketempatmu, taya aja tentang besarnya risiko terkena tsunami di Jakarta dengan terserempet bajay ... pasti deh kemungkinan terserempet bajay lebih mungkin kena bemper loe, atau loe nyebrang sembarangan ketimbang terkena gempa.

Jadi anda tidak perlu panik mendengar hal seperti ini. Tetapi bukan menyepelekan tentunya.

Jadi ....Waspadalah di jalan raya. Janga lupa pakai sabuk pengaman kalo di mobil ....
Lah kalo di metromini ?...
ya pegangan lah yaw ... juga ati-ati dompetnya dijaga ... upst!


Nah kadang kita bertanya kenapa sih kok pada ribut, ?


Yah mungkin karena kita barusan mendengar kabar temen, saudara, adik, kakak atau barangkali ortunya ada yg menjadi korban tsunami kemaren. Jadi ya wajar lah kalo sekarang kita-kita jadi konsen dengan soal bencana ini. Siapa sih yang ngga ngeri denger berita yang filem dokumenternya di TV sangat mengerikan gitu.

Tapi kalo dipikir, banyak juga filem-filem yg isinya tentang bencana alam juga, misalnya Film Armageddon, Film Volcano, juga Film Jurrasic park yg dasarnya juga sains ilmiah. Tapi kenapa kita ngga ribut kalau terjadi betulan ? Ngga hanya itu, banyak sekali website di internet serta media-media yg menyebarkan beritanya lengkap dengan penelitian ilmiahnya ... kalo terjadi kan ngeri juga.

Nah website atau internet juga media itu sakjannya juga sama saja. Website dan filem itu bisa saja dasarnya ilmiah plus imajinasi. Keduanya merupakan gabungan pemikiran serta ekspresi sipenulis script.

Nah kalau mau tau tentang bencana alam dsb, tengok saja ke web-web yg cukup kompeten misalnya university atau badan survey geologi negara seperti USGS (United State Geological Survey), BGS (British Geological Survey), IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia http://www.iagi.or.id ) trus kau juga boleh nanya2 ke ahlinya, jadi ngga perlu ikutan panik.


OK ati-ati dijalan ya ...
Salam

RDP
rovicky@gMail.com
--
Education can't stop natural disasters from occurring,
but it can help people prepare for the possibilities ---


Posted by RDP at 9:09 AM JST
Updated: Wednesday, 6 April 2005 9:17 AM JST
Monday, 4 April 2005
Update Gempa Nias 03 April 05
Mood:  accident prone
Setelah diguncang gempa 28 Maret 05 lalu, segmen baru di daerah Nias masih terus bergetar. Sudah tercatat lebih dari 145 gempa susulan dengan kekuatan dapat mencapai 6.3SR yg terjadi pada hari ini 3 April 05.



Untuk melihat gejala-gejala gempa ini, ada satu perbandingan yg dapat dipakai sebagai bahan pelajaran buat kita semua. Bahwa gempa susulan masih akan terus berlanjut hingga dalam beberapa bulan kedepan. jadi saatnua untuk seua yg bertempat tinggal di Sumatra serta di Pantai Barat Sumatra untuk tetap waspada.





Gempa yg terjadi pada tanggal 28 Maret ini agak sedikit berbeda dengan gempa yg sebelumnya di Aceh. Gambar terlampir. Dari gambar terlihat bahwa gerakan gempa Aceh menyebabkan tsunami besar akibat adanya pergerakan massa batuan dibagian ujung serta kemungkinan adanya longsoran yg menyebabkan tsunami. namun gempa 26 desember 04 tersebut tidak terasakan getarannya sebesar gempa 28 maret 05 lalu. Gempa Nias kemaren getarannya sangat dirasakan di kuala Lumpur, bahkan beebrapa penghuni apartemen sempat lari turun kebawah dan ke jalan-jalan. Sedangkan gempa 26 Desember 04 tidak terasakan getarannya (manusia biasa tanpa alat) di Kuala Lumpur.

Saya perlu menjelaskan sekali lagi bahwa, sampai saat ini perkiraan terjadinya gempa BELUM dapat diramalkan baik waktu maupun tempatnya secara TEPAT, secara saintifik. Gempa serta tsunami yg ditimbulkannya, sampai saat ini masih hanya dapat diketahui bagaimana mekanisme terjadinya, dimana tempat-tempat yg secara geologi paling mungkin mengalaminya, serta perkiraan zona-zona bahaya gempa (dan tsunami), namun lokasi tepatnya serta waktu dalam terjadinya dalam hitungan hari/tanggal masih belum dapat diramalkan.

Dengan demikian setiap anda menjumpai berita-berita serta email-email tentang perkiraan bahaya gempa yg dapat memberikan keakurasian waktu serta tempatnya, anda harus mulai curiga kebenaran informasi tersebut. Bahkan ekstrimnya informasi perkiraan bahaya gempa akan terjadi disuatu tempat secara akurat itu "lebih mungkin salah", atau bahkan sering "menyesatkan", sehingga anda tidak perlu mempercayainya atau meneruskannya atau menyebarkan.

Informasi tetang dimana lokasi patahan-patahan penyebab gempa itu berada banyak dijumpai dibeberapa website, juga di buku2 pelajaran geografi. Yang terkenal dengan "Ring of Fire" termasuk Sistem Patahan Sumatra. Selain itu juga ada patahan2 besar penyebab gempa misalnya patahan Palu-Koro di Sulawesi, Patahan Sorong di Papua (Irian).
Pengetahuan tentang patahan2 ini memang tidak mustahil dipergunakan oleh orang-orang yg tidak bertanggungjawab untuk membuat keresahan.

Bagaimana dengan perkiraan gempa kemarin oleh Pak Danny (LIPI) yg ada di Kompas serta website IAGI sebelumnya ?
Pak Danny masih melakukan penelitian tentang daerah Mentawai. Justru gempa dan
tsunami itu dapat dipakai sebagai "wake up call" akan kemungkinan akan adanya kemungkinan gempa dan tsunami seandainya terjadi nanti. Namun, ... sekali lagi ... Perkiraan gempa bersiklus 250-300 tahunan inipun mempunyai rentang kesalahan masih sangat besar, bisa tahun depan, lima tahun, sepuluh, lima puluh tahun lagi .... bahkan mungkin besok pagi !, belum ada yg mampu meramalkannya dengan sempurna hingga hari ini.

Nah apakah selama sehari hingga 10 tahun "penantian" ini kita hanya bersembunyi dibawah kolong meja ? Tentunya tidak.
Lantas apa yg harus dilakukan dimasa 'penantian' ini ?
- Aktifitas tetap dapat dijalankan seperti biasa namun kewaspadaan tetap harus selalu dimiliki.
- Pelajari alam sekitar kita, termasuk gejala gempa, tsunami, gunungapi, longsoran, banjir, kebakaran hutan dll.
- Ketahuilah cara-cara penyelamatan dari bahaya gejala alam.
- Ketika terjadi, tetaplah tenang dan berusaha menyelamatkan diri.

Bagaimana antisipasi terhadap tsunami ?
Sebelum terjadi gempa (saat ini).
Pelajari geografi sekeliling anda (lingkungan), dimana jalan-jalan yg aman untuk evakuasi, dimana tempat yg relatif tinggi dibanding tempat lain. Bagi anda yg tinggal di pantai barat Sumatra, perlu belajar dari kejadian Tsunami Aceh yg setinggi 30m, maka carilah lokasi2 disekitar lingkungan anda yg memiliki ketinggian diatas 30 m dari muka air laut. Utamakan mencari lokasi yg tinggi ketimbang sekedar berlari menjauhi pantai. Sekali lagi ini utk anda yg tinggal di pantai Barat Sumatra, untuk daerah lain (selain pantai barat) lebih berjaga-jaga kalau terjadi bencana akibat efek getaran.

Bagaimana seandainya terjadi gempa ?

Khusus bagi anda "yg tinggal di sekitar pantai Sumatra Barat", pada saat terasa gempa, anda tidak perlu menunggu informasi (warning) resmi terjadinya tsunami atau tidak, karena BMG maupun USGS sekalipun belum bisa mengetahui lokasi episenter gempa sampai 15-20 menit setelahnya. Anda akan terlambat mengantisipasi tsunami yg mungkin saja timbul 10-20 menit setelah gempanya terasa. Kecepatan tsunami itu 600-800km/jam, sedangkan jarak titik2 penyebab tsunami 100-200Km dari pantai barat Sumatra. Sehingga kita memiliki waktu berlindung hanya 20 atau mungkin hingga 30 menit.
Jadi, cobalah tetap tenang, dan lakukan tindakan dari yg sudah dipelajari cara-cara evakuasi sebelumnya.

Kalau anda berada pada daerah tinggi dengan ketinggian diatas 30m, maka ketika gempa masih bergoyang berlindunglah dari kejatuhan benda2 dr atas, misal di kolong meja, kolong tempat tidur dll.
Setelah goyangan gempa berkurang. Cobalah cari tempat lapang untuk menghindari daerah yg bertebing2 untuk menghidari akibat lngsoran.

Yang terpenting ... sekali lagi "kewaspadaan" anda. Seandainya ... ya, seandainya anda merasakan getaran atau bumi yg bergoyang.... sekarang ini anda tentunya (seharusnya) sudah tahu apa yang mesti dilakukan untuk menyelamatkan diri. Dan perlu diingat, JANGAN PANIK dan harus sadar "dimana anda berada pada saat merasakan getaran itu". Sehingga anda dapat melakukan penyelamatan dengan tindakan yang tepat.

Pertanyaan2 anda tentang gempa serta bencana alam dapat anda sampaikan ke rovicky@gmail.com atau rovicky@iagi.or.id untuk menjadi perhatian IAGI dan HAGI.

Salam,

Ir Rovicky Dwi Putrohari MSc
- Anggota IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia)
- Anggota HAGI (Himpunan Ahli Geofisika Indonesia)

Gambar dapat diperoleh juga di :
http://www.iagi.or.id/


Posted by RDP at 10:10 PM JST
Updated: Monday, 4 April 2005 11:36 PM JST
Thursday, 31 March 2005
Mengapa tidak ada tsunami di Gempa Nias ?
Mood:  accident prone
Topic: Gejala Alam
Tsunami memang dapat diakibatkan oleh pergerakan vertikal masa batuan akibat tersesarkan pada saat gempa (bisa thrust ataupun dislokasi sesar normal), namun tsunami dibeberapa tempat termasuk yg di selat Makassar, serta di Pantai Utara Irian beberapa tahun lalu diikuti pula oleh longsoran bawah laut..

Spekulasi lain kenapa tidak muncul tsunami sebesar Aceh, menurut saya karena tidak adanya "mega slump" (longsoran bawah laut) yg terjadi atau terpicu oleh gempa Nias. Ini diasumsikan bahwa "mega slump" menjadi penyebab tsunami. Sedangkan mega slumpnya sendiri dipicu oleh gempa.

Pada saat terjadi gempa Aceh kemarin dengan kekuatan 9 SR (kedalaman 30Km) hampir semua lereng yg sedang dalam kondisi kritis (bahkan yg hampir kritis) terlongsorkan bersama-sama. Ada pergerakan massa batuan yg cukup besar yg tentunya, juga ditambah dengan pergeseran akibat thrust, memperkuat terjadinya tsunami. Gambar serta pertanda
adanya "new escarpment" yg terbentuk akibat longsoran ini dapat dilihat di websitenya UK Navy juga di blog saya, gambar sea floor ini sebagian juga ada di webnya IAGI. Nah karena getaran 9 SR ini
sangat kuat maka lereng-lereng pinggir yg masih setengah matangpun bisa ikut-ikutan longsor pada tanggal 26 Desember 04 kemarin.
Artinya pasca gempa Aceh, kondisi ekuilibrium di pinggiran ini menjadi "relatip" stabil, dibandingkan sebelum gempa Aceh. Kondisi yg "relatip" stabil inilah yg saat digetarkan dengan kekuatan 8 SR (30Km) kemarin oleh gempa Nias tidak mampu menyebabkan tsunami sebesar sebelumnya.

Apakah yg nanti juga tidak akan longsor lagi ?

Prediksi saya, seandainya getarannya lebih kecil dari getaran sebelumnya, maka tidak akan muncul tsunami pada saat Segmen Mentawai yg diramalkan Danny ini bergetar. Kecuali getaran gempanya memiliki kekuatan sama atau lebih dari 9 SR.

Penjelasan atau simulasi mudahnya :
Cobalam ambil beras dan buatlah gunung2-an dari beras diatas sebuah karton. Caranya dengan menabur kan beras dipuncaknya hingga ketinggiannya maksimum. Kondisi ini merupakan refleksi dari kondisi kritis.
Getarkan atau goyangkan beras itu dengan kekuatan tertentu, katakanlah getarkan dengan amplitudo 2 cm, selama beberapa detik. Akan terlihat ketinggian gunung berkurang, beberapa butiran akan longsor kebawah. Kejadian ini mensimulasikan longsoran penyebab tsunami pana tanggal 26 Des 05.

Nah kemudian getarkan dengan goyangan lebih kecil, misalnya amplitudo 1 cm saja. Maka tidak akan banyak longsoran butiran beras yg terlihat. Ini menunjukkan bahwa kondisi kekritisan lereng berubah
akibat getaran besar.

Simulasi mudah ini dapat dipakai untuk menjelaskan dengan mudah kenapa Gempa Nias tidak menyebabkan tsunami.

Nah pertanyan selanjutnya, apakah nantinya sudah tidak akan ada tsunami lagi ?
Seperti yg ditulis di atas, bahwa tsunami tidak akan terjadi seandainya lokasi getarannya sama dan juga kekuatan gempanya kurang dari getaran sebelumnya. Sehingga kalau getaran selanjutnya di
Mentawai melebihi 9 SR atau kedalamannya lebih dangkal, maka tsunami masih sangat mungkin terbentuk. Perkiraan besarnya utk segmen Mentawai yg diperkirakan Pak Danny ini menjadi sangat krusial dengan hipotesa ini.

Tentusaja, pemetaan dasar laut juga menjadi hal yang sangat penting utk kebutuhan mitigasi bencana tsunami.

RDP
"Rovicky Dukun Pergempaan"

On Thu, 31 Mar 2005 12:35:37 +0700, D.H. Natawidjaja wrote:
> Mohon maaf,
> Halo rekan-rekan IAGI sekalian,
> Kemarin-kemarin entah kenapa saya emang terhapus dari daftar
> mailing-list IAGI-Net sehingga tidak pernah terima e-mail ini.
>
> Menurut saya begini,
> Gempa Nias kemarin itu adalah gempa "megathrust" (i.e. sama seperti
> gempa Aceh) pada subduction interface yang letak "rupture zone" (bidang
> patahan yang bergeser ketika terjadi gempabumi)-nya persis di sebelahnya
> rupture zone dari Gempa Aceh.
>
> Jadi memang Gempa Aceh ini ternyata betul-betul memicu sumber gempa di
> sebelah selatannya. Sekarang satu-satunya sumber gempa yang sudah
> matang yang sedang menunggu giliran adalah yang di bawah Kep. Mentawai
> itu.
> Kapan kira-kira waktunya? Tentu kita engga tahu. Tapi saya pikir dalam
> kurun waktu 10 tahun ke depan kemungkinan terjadi gempabesar di sini
> tinggi. Belajar dari zona subduksi di Pacifik (Kamtchaka - Chile),
> pernah terjadi 7 gempa besar hanya dalam kurun waktu 10 tahun, dari 1955
> - 1965.
>
> Yang jadi harapan saya bahwa gempa di Mentawai mungkin tidak terjadi
> dalam waktu dekat adalah adanya segmen zona subduksi diantara Nias dan
> Siberut (di bawah Kep. Batu) yang kondisinya tidak matang dan
> karakteristiknya dominan "ASEISMIC" artinya banyak meloloskan strain
> energy. Mudah-mudahan Zona subduksi yang pas berada di khatulistiwa ini
> bisa menjadi "buffer zone" agar perambatan energi gempa dari utara itu
> bisa tertahan untuk sementara waktu sebelum dia menyebrang ke Siberut.
>
> Kontroversi tentang mekanisme gempa di Nias kelihatannya bersumber ke
> Focal Mechanism (CMT) USGS yang kurang tepat (mungkin sekarang sudah di
> ralat). CMT USGS ini memperlihatkan bahwa Gempa Nias sepertinya suatu
> "Up-Thrust" pada bidang patahan yang hampir tegak lurus. Waktu malam
> terjadinya gempa, saya agak heran-heran melihat solusi USGS ini. Apakah
> benar bukan megathrust earthquake melainkan gempa pada Sesar Mentawai?
> Mungkin CMT USGS ini yang dilihat oleh Pak Surono.
> Untung paginya Harvard juga mengeluarkan CMT yang lebih baik. Pada
> Harvard CMT terlihat jelas bahwa gempa Nias ini merupakan gempa
> megathrust - pure dip-slip.
>
> Sekarang masalahnya kalau ini megathrust earthquake dengan magnitudo
> 8.7, kenapa Tsunami-nya kecil?
> Saya kemarin berdiskusi dengan Wahyu Triyoso, terus Wahyu kebetulan
> mendapatkan analisa data seismik yang sudah dilakukan oleh ERI Univ.
> Tokyo, tempat sekolahnya dulu. Dari analisa seismogram ini terlihat
> bahwa "fault displacement" pada rupture zone-nya memang besar di bagian
> bawahnya, yaitu di kedalaman ~15 - 40 km, tapi displacement ini menjadi
> mengecil ke arah atas. Kata Wahyu pada subduction interface di sebelah
> baratnya Nias, displacementnya hanya 1 meteran! Artinya walaupun gempa
> ini besar, deformasi yang terjadi pada bawah permukaan laut di barat P.
> Nias sampai ke palung tidak besar. Menurut kami, itulah penyebab kenapa
> tsunaminya kecil. Tentu perlu analisa dan data yang lebih lanjut untuk
> memastikan hal ini.
>
> Sekian dulu.
>
> Wassalam,
>
> Danny
> --

my blog :
http://putrohari.tripod.com/Putrohari/


Posted by RDP at 5:54 PM WST
Tuesday, 29 March 2005
Gempa besar di Sekitar Mentawai
Tengah malam tanggal 28 January 2005 pukul 11.09 WIB telah terjadi gempa sangat besar di sebelah selatan-barat Pulau Sumatra (lihat gambar)



Gempa tersebut berkekuatan 8.2 SR. Dengan kedalaman 30 Km.

Saya belum memiliki data selanjutnya. Namun gempa ini sangat berpotensi menyebabkan tsunami.

Rovicky DP


Posted by RDP at 1:46 AM WST
Updated: Tuesday, 29 March 2005 1:59 AM WST

Newer | Latest | Older